Plester Khusus Ini Dapat Kendalikan Antibiotik
INILAHCOM, London - Para ilmuwan di Bath University, Inggris, mengembangkan plester luka yang memiliki kemampuan berubah warna ketika mendeteksi adanya bakteri dalam darah.
Cara kerjanya, pewarna fluoresens dilepas dari kapsul-kapsul mungil ketika bakteri yang menginfeksi luka mengeluarkan toksin, demikian lansir BBC News.
Infeksi ini bisa melambatkan proses penyembuhan luka, berujung pada perawatan yang lebih lama di rumah sakit dan terkadang bekas luka permanen. Dalam kasus yang lebih parah, infeksi bisa mengakibatkan kematian.
Dengan plester temuan para ilmuwan ini, proses identifikasi infeksi bakteri bisa berjalan lebih cepat sehingga dokter dapat mengatasinya dengan tangkas, terutama pada anak-anak yang mengalami luka bakar.
Anak-anak rentan terhadap infeksi bakteri karena sistem pertahanan tubuh yang belum matang.
Bakteri kebal antibiotik
Selama ini sangat sulit mendiagnosa infeksi dengan cepat tanpa membuka plester. Proses ini bisa menyakitkan dan membuka lebih banyak luka.Karena itu, dokter biasanya memberikan antibiotik untuk pencegahan sebelum keberadaan infeksi dipastikan.
Namun, pemberian antibiotik tanpa adanya infeksi dapat membuat bakteri kebal terhadap antibiotik - dan kekebalan ini merupakan masalah kesehatan utama.
Dr. Toby Jenkins, ahli kimia biofisik di Bath, mengatakan "Temuan ini bisa membantu menyelamatkan nyawa".
Tim pengembang mendapatkan dana hampir 1 juta poundsterling atau sekitar Rp20 miliar oleh Dewan Riset Medis di Inggris untuk menguji respon purwarupa plester terhadap sampel kulit yang diambil dari korban luka bakar.
Read More : Plester Khusus Ini Dapat Kendalikan Antibiotik.
0 komentar:
Posting Komentar